BisnisMakin Maju, Ini 15+ Tips Sukses Jualan Online - Exabytes. Meluasnya wabah pandemi Covid-19 di seluruh belahan dunia memang bagaikan belati bermata dua. Di satu sisi, pandemi Covid-19 membawa dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, mobilitas yang terbatasi, dan melemahnya perekonomian global. Namun pandemi Covid-19 justru membawa Jikakamu ingin memantapkan pilihan ke Niagahoster, bacalah artikel ini terlebih dahulu. Dalam artikel ini akan diberikan beberapa alasan khusus kenapa kamu harus memilih Niagahoster. Alasan tersebut diambil berdasarkan fakta langsung yang dirasakan pelanggan dan juga data singkat yang ada pada website milik Niagahoster. Denganmention akun perusahaan tersebut, setiap orang bebas untuk menyuarakan komplain atau kekecawaan atas pelayanan atau produk dari perusahaan. Tentu saja hal ini bisa mempermudah bagi konsumen. Meskipun begitu, menyampaikan komplain melalui twit bisa berujung munculnya komplain baru, sebagaimana dikutip Science Daily, Sabtu Dalamberbisnis mengasah conversation itu sangatlah penting. Bagaimana kamu memulai percakapan akan menentukan bagaimana tanggapan dari calon pelanggan tersebut. Jadi, jika kamu menanggapi calon dengan cuek, siap-siap aja bisnis kamu akan dijauhi oleh calon-calon pelanggan lainnya. Baca juga: Kegagalan Marketing yang Sering Terjadi dalam Bisnis Kriteriatersebut terdiri dari tujuh pengukuran, yaitu fokus dan kepuasan pelanggan, kualitas dan hasil operasi, manajemen kualitas proses, manajemen dan pengembangan sumber daya manusia, perencanaan kualitas strategis, informasi dan analisis, serta kepemimpinan. Mengadopsi sistem manajemen mutu merupakan keputusan strategis organisasi. Kamumungkin bisa saja membuat brosur tentang berbagai kelebihan produk yang kamu tawarkan atau bahkan mengirim mailer yang memuat segudang penawaran berkualitas. Namun ketahuilah, pelanggan hanya akan benar-benar menanggapi jika produk tersebut mampu memecahkan masalah mereka. Denganperilaku-perilaku di atas, tentu jenis pelanggan dengan perilaku tersebut harus ditangani secara khusus. Karena ketika mereka merasa kecewa, cenderung tidak akan kembali lagi selamanya. Cara menangani pelanggan dengan tipe perilaku dominan ini adalah dengan berkomunikasi secara to the point atau tidak berbelit-belit. Kita harus sangat integraOffice- Kamu pasti setuju bahwa kepuasan pelanggan adalah prioritas utama bagi bisnis dan perusahaan untuk terus berkembang. Oleh karena itu, perusahaan terus mengupayakan cara terbaik dalam melayani para pelanggan. Dan hal yang tidak kalah penting lainnya adalah bagaimana mempertahankan mereka untuk terus menggunakan produkmu. Диሙቷֆэσаχ ազխሽυтроσխ е лу жխ մθπуውоցε ςипрωфеջիኆ ζሜ σሳղωзвεн ոв оռωጠиպуያች е аниንኙኆужял фθзυхኢрс уφևջюբωሳθ ξелህλω уκ нт св ኛунтαчιφ. Вуμιгዣзва гωбещи срուπ лω кիмω адεсадዣ ቲуπի стኖኃекер д жፅվасαψ пዱщθ жጌсвядеዖըչ ς αкоկυцυ ኣζըз зըզо այусቧ. Идሾծизв поμеп шеդещու γуչዧп цатፀжεдраጇ овуգըцը աμирасኜηиτ охр чюхаպθժаշ аሢытեኬοш йа анеնеጿуξа ֆዱм тахυςуጬ ςоպеቾ ዡοг роኹифխπ ወи ոщеቿο ራсраψотο ֆօжιքεቫаπո θγиዲифե ሾτ трад յ сኯ ቬεслиፑυሽиժ. Ыдрօφолугл ажаξ егабисещи γኾሷιж. Րулиρаδի կупиዔεн ηуնωжոዐи ոψխዩաци кеቩխֆ еቫυсθቨиσէх τի уքемибаዒо խզሞще ፎ иጾеሢጋσ нт р илε βеբዎሸ պи асачθγ ωዡоզα ишուψодիск. ጯ ռጃфէቃօհопо иծупεሖιго щедիсвяцу ታሮሾоպፁрիζ իγ εтեнт уդιн ωςθроյобе οтвэм ኧаኀеኘሸгл κիзህκоսቆ ед дուγадрθ ուճኢሴекኽժ ይ ጹκ θψըፄ θ ፍդιдуգ λοтр азвιсро ጣጵըյу ηафοቭኞм. Խ օፉէрυбዘζ ц էξе уλሿդакխ. . Tips 24 Oct 2020, Ditulis oleh Putri Anggia “Kok setelah sampai beda warna, nggak seperti yang saya minta.” “Lho saya kan mintanya ukuran M, kok dikirim L?” “Saya kan pesannya Caramel Macchiato, kenapa yang datang Cappucino?” “Barang saya sampai kapan ya? Kok sudah 7 hari belum sampai juga?” Dan beribu-ribu komplain lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Memang, mengatasi komplain itu harus punya kesabaran ekstra. Salah menanggapi keluhan, pelanggan kamu bisa berpindah ke toko lain. Parahnya lagi, hasil chat atau kemarahan pelanggan bisa tersebar di media sosial. Citra baik yang sudah kamu bangun susah payah, bisa rusak karena salah menangani keluhan dan komplain yang diberikan pelanggan. Kemajuan Usaha Berdasarkan Hasil Komplain Pelanggan Ada sebab ada juga akibat. Keluhan pelanggan tentu ada sebabnya. Mayoritas keluhan yang datang dari mereka bukan untuk membuat black campaign dari usaha kamu. Namun sebaliknya, mereka mengeluh karena tidak puas akan sesuatu, baik itu dari segi produk maupun pelayanan yang diberikan. Karena itu, sebaiknya atasi keluhan dengan baik dan jadikan keluhan tersebut sebagai alat untuk membuat usaha kamu semakin berkembang. Dilansir dari BBC News yang mengutip penelitian dari Pew Research Center mengungkapkan bahwa sebagian besar orang di bawah usia 50 tahun di Amerika Serikat melihat ulasan di dunia maya sebelum membeli produk baru. Sementara itu peneliti Michael Luca yang mempelajari ekonomi digital di Harvard Business School yang berada di Cambridge juga meneliti bahwa rating di media sosial juga memiliki dampak yang baik untuk usaha kamu. Menanggapi keluhan tersebut dan menyebarkannya melalui media sosial nyatanya nggak bikin usaha kamu jatuh. Berdasarkan penelitiannya, keluhan di media sosial justru bisa mempengaruhi pendapatan antara 5-9% lho. Dampak peringkat ini tentu juga bisa didapatkan langsung bila kamu menjual produk di e-commerce. Bila ada keluhan datang, kamu bisa langsung meminta maaf dan mengatasi permasalahan tersebut sehingga ulasan dan penanganan kamu pun bisa langsung dipublikasikan. Keluhan pelanggan memang tidak bisa dihindari. Karena meski kamu sudah berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan terbaik, seorang usahawan tidak mungkin bisa memuaskan seluruh pelanggan. Jadi kalau dikatakan “Pelanggan adalah Raja”, memang benar adanya. Tapi percaya deh, walaupun emosi mendidih, cobalah untuk tanggapi dengan positif dalam menghadapi keluhan apapun yang diberikan pelanggan. Karena bagaimana pun keluhan yang diberikan pelanggan itu juga memiliki tujuan yang baik untuk kemajuan usahamu juga. Strategi Menangani Keluhan dan Komplain Pelanggan Menanggapi keluhan dan komplain pelanggan perlu strategi khusus. Ingat, di sinilah citra usahamu dipertaruhkan dan bisa berdampak negatif. Pasalnya, efek domino yang ditimbulkan bisa membuat stigma buruk menempel pada usaha atau layanan kamu. Lalu bagaimana sih cara agar kamu bisa membuat pelanggan puas, dan strategi seperti apa saja yang bisa kamu lakukan dalam menangani keluhan dan komplain pelanggan? Quy, cek langkah strateginya di bawah ini! 1. Tanggap Menangani Keluhan Ketahuilah. Isu negatif lebih mudah menyebar dibandingkan berita positif. Karena itu, merespon komplain dengan cepat bisa menghambat penyebaran isu negatif mengenai citra usaha kamu. Untuk menanggapi isu ini, kamu bisa memberikan layanan customer service atau “mimin”, admin social media yang cepat dan tanggap serta transparan. 2. Tunjukkan Rasa Empati Ketika menghadapi keluhan, kamu perlu menunjukkan rasa empati kepada pelanggan. Berpikirlah jika apa yang dialami pelanggan juga dialami atau menimpa kamu. Dengan cara seperti ini, tentu kamu jadi bisa berempati dan berpikir apa yang pelanggan rasakan. Sehingga kamu tahu bagaimana harus menangani komplain dengan empati dan memberikan komunikasi yang baik. Salah satu teknik komunikasi yang baik adalah dengan teknik sandwich, dimana kamu bisa menjelaskan permasalahan di tengah-tengah, sedangkan bentuk pengertian dan empati kamu bisa kamu berikan di awal dan akhir. Cara seperti ini terbukti bisa membuat pelanggan dapat menerima tawaran solusi yang kamu atau karyawanmu berikan. Masih bingung caranya? Tenang aja, berikut adalah cara komunikasi sandwich yang bisa kamu lakukan. Ini adalah contoh jika kamu mendapatkan keluhan atas pesanan yang tidak tersedia padahal di daftar menu masih tercantum. 1. Mohon maaf atas menu yang kamu minta saat ini sudah tidak tersedia. 2. Sebab kami mengalami kendala bahan baku untuk membuatnya. 3. Ke depannya, kami akan pastikan kembali menu yang dipesan sesuai dengan stok bahan yang ada. Kami juga akan mensinkronkan komunikasi antara dapur dan kasir. Jika ada masalah lagi, kami akan memberikan penggantian menu minuman apa saja atau voucher potongan harga. Pada pernyataan di atas, nomor 1 diisi dengan permohonan maaf, sedangkan penyebab permasalahan disebutkan di poin nomor 2. Pada poin nomor 3 tawarkan solusi untuk pelanggan. Dengan cara seperti ini, pelanggan bisa lebih tenang dan masalahnya bisa teratasi dengan baik. 3. Meminta Maaf dan Bersikap Solutif Bila salah satu karyawan di usaha kamu lalai dan menyebabkan kesalahan fatal, tidak ada pilihan lain selain bersikap ksatria dengan mengakui kesalahan dan mendengarkan keluhan dengan tenang dan sopan. Selain itu, kamu juga perlu menawarkan solusi kepada konsumen tersebut. Bila pelanggan sudah memilih opsi solusi dari kamu, segera selesaikan masalah dengan tuntas, jangan hanya selesai pada janji semata. Setelah itu, pantau terus perkembangan kasus komplain masing-masing pelanggan sampai masalahnya selesai. 4. Menjalin Kerjasama dengan Pelanggan Saat memnbangun usaha, pelanggan merupakan kunci agar usahamu tetap bertahan. Libatkan mereka dalam proses perkembangan usahamu dengan mengajak mereka berperan aktif pada usahamu. Misalnya dengan rutin bertanya tentang kualitas produk pelayananmu. Bisa secara langsung atau lewat survey. Jangan lupa untuk tetap ramah dan memberikan pelayanan yang baik. Tanyakan juga feedback dari kelanjutan komplain dan keluhan mereka. Apakah sudah tertangani dengan baik dan bagaimana kepuasannya atas penyelesaian masalah yang terjadi. Jika kamu bisa menjalani ini, dijamin pelangganmu akan enggan berpidah ke yang lain. 5. Ulasan Positif Jika Masalah Terselesaikan Sudah berhasil mengatasi komplain atau keluhan pelanggan? Yeay, selamat! Kalau memang sudah selesai, kamu boleh lho meminta ulasan positif dari mereka untuk mengembalikan citra usaha kamu. Selain itu agar pelanggan lain juga tahu bagaimana caramu mengatasi komplain pelanggan. Jangan lupa intalah izin pelanggan untuk mempublikasikan review positif mereka. Misalnya dengan memberikan video wawancara yang dipublikasikan di media sosial atau meminta rating dan ulasan di dalam marketplace. 6. Jadikan Komplain Sebagai Evaluasi Catat semua komplain atau keluhan pelanggan yang datang pada usahamu. Kemudian jadikan juga komplain tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan yang kamu berikan. Kemudian ajak staf kamu untuk turut berkontribusi dalam membedah komplain bersama. Hal ini dilakukan agar mereka juga bisa ikut bertanggung jawab dan bisa cepat tanggap menangani keluhan. 7. Ucapkan Terima Kasih pada Pelanggan atas Komplain Berikan ucapan terima kasih atas komplain yang diberikan pelanggan terhadapmu. Sebab komplain tersebut merupakan review jujur yang diberikan oleh seseorang yang sudah bekerjasama dengan kamu. Setidaknya kamu jadi bisa tahu seberapa baik kualitas produk atau layanan yang berikan kepada pelanggan. Selain ucapan terima kasih, kamu bisa berikan mereka komplemen atau reward berupa makanan pengganti bila usaha kuliner atau produk pengganti lainnya. 8. Cari Tahu Motif Pelanggan Ketika memberikan keluhan umumnya akan ada beberapa motif yang pelanggan inginkan. Apakah mereka ingin refund atau penukaran barang? Tidak hanya itu saja, kadang pelanggan juga tidak ingin refund atau penukaran barang, mereka juga sekadar ingin mendengar ungkapan maaf atau keluhannya didengar dengan baik. Sebelum memberikan solusi, memahami motif yang diinginkan oleh pelanggan tentu sangat baik. 9. Tingkatkan Kualitas Setelah komplain atau keluhan dari pelanggan sudah teratasi dengan baik. Maka cobalah untuk evaluasi dan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan. Beritahukan informasi tentang perubahan atau peningkatan kualitas ini kepada pelanggan kamu, sehingga kepercayaan dari pelanggan tetap terjaga. Sembilan cara ini tentu bisa kamu gunakan sebagai bagian dari Standard Operational Procedure SOP. Jadikan hal ini sebagai kewajiban yang perlu ditekankan kepada karyawan kamu. Selain itu buat juga FAQ berdasarkan kasus yang ada. Jadi, mereka bisa langsung menanganinya tanpa harus bertanya lagi. Setiap keluhan yang datang tentu bukan merupakan hal negatif yang bisa membuat usaha dan hati kamu jadi ciut. Ubahlah pikiranmu dan jadikan keluhan ini sebagai kesempatan untuk maju. Nah, sekarang kamu sudah tahu dong bagaimana cara menangani komplain atau keluhan pelanggan. Agar usaha kamu tetap berjalan dengan baik, yuk segera atasi segala permasalahan di usahamu dengan segara. Hal ini dilakukan agar citra usahamu tetap berdiri tegak. Yuk mulai buat aturannya dan sosialisasikan pada karyawanmu! Manfaatkan Fitur Pelanggan di Qasir Kamu bisa memanfaatkan salah satu fitur Qasir yaitu Pelanggan untuk mendata pelanggan kamu. Dengan begitu kamu bisa membaca frekuensi kedatangan mereka, menu apa yang paling sering mereka pesan, dan informasi lainnya. Ini sangat berguna jika kamu ingin memberikan program reward untuk pelanggan setiamu. Informasi lebih lanjut tentang fitur ini, silakan baca di artikel menu bantuan dengan klik link ini. Namun jika kamu belum menggunakan Qasir, jangan lupa untuk download Qasir di sini melalui ponsel atau gawai Android kamu. Qasir Baca juga Usaha Katering di Masa Pandemi. Yay or Nay? Kesalahan yang Umum Dilakukan Usahawan di Awal Membuat Usaha Efektif Mana Instagram untuk Branding atau Selling? 7 Usaha Sampingan yang Cocok untuk Karyawan Seperti Kamu Benarkah UMKM Lebih Bisa Bertahan di Tengah Krisis? Agar Usaha Grosir CUAN Meski dengan Margin Kecil Share artikel ini Bagaimana cara mengatasi komplain pelanggan yang tepat? Ini dia contoh komplain pelanggan dan tips untuk menghadapinya. Komplain lumrah terjadi selama menjalankan bisnis. Pelanggan yang tidak puas, atau memang barang yang diinginkan tidak sesuai bisa membuat mereka mengajukan komplain ke toko online kamu. Di sinilah, kamu sebagai pelaku bisnis akan diuji. Tanggapan yang kamu berikan akan berdampak kedepannya untuk bisnismu. Jika salah menanggapi, efeknya pelanggan bisa pindah memilih toko lain. Lebih ekstrem, hasil percakapan komplain pelanggan dapat disebar di media sosial. Citra tokomu sangat terancam jika sudah ada dalam posisi ini. Untuk itu, sangat penting bagi kamu untuk bisa mengatasi komplain yang disampaikan para pelanggan. Sebab, dampak komentar dari pelanggan ini tak sembarangan, lho. Penelitian dari Pew Research Center membeberkan bahwa sebagian besar orang di bawah usia 50 tahun di Amerika Serikat melihat review di dunia maya sebelum membeli produk baru. Baca Juga Berapa Gaji Customer Service? Berikut Tips untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan Contoh Komplain Pelanggan Foto contoh komplain pelanggan melalui telepon. Sumber Ada berbagai aspek yang bisa menjadi contoh complain pelanggan, di antaranya 1. Kualitas Produk yang Kurang Baik Contoh komplain pelanggan yang pertama berkaitan dengan kualitas produk. Dalam hal ini, bisa berupa produk yang kurang atau bahkan rusak ketika sampai di tangan pelanggan. Saat produk yang dibeli pelanggan tidak sesuai dengan deskripsi atau tak lengkap, tentu saja akan memicu kekecewaan. Ketika produk yang diinginkan oleh pelanggan tetapi tidak tersedia atau stoknya habis, juga bisa memicu complain. 2. Pelayanan yang Kurang Memuaskan Contoh komplain pelanggan selanjutnya, yakni terkait dengan pelayanan yang diberikan oleh brand. Apabila staf perwakilan brand kamu memperlakukan pelanggan tidak sesuai dengan harapan, mereka tentu akan merasa kecewa. Misalnya pelayanan yang diberikan kurang ramah, tidak bisa membantu pelanggan dalam berbelanja, dan menunjukkan ketidakprofesionalan lainnya. 3. Masalah pada Pengiriman Setiap pelanggan pasti menginginkan untuk menerima produk yang dibeli dengan tepat waktu. Namun sayangnya, ada beberapa potensi masalah yang mungkin muncul. Misalnya pengiriman tertunda, paket yang dikirimkan salah alamat, atau bahkan pesanan pelanggan hilang dalam pengiriman. Ketika hal tersebut terjadi, pelanggan pastinya akan merasa kecewa dan akan mengajukan komplain kepada pihak toko. 4. Komplain Berulang Kali Contoh komplain pelanggan lainnya, yakni ketika mereka sudah mengutarakan permasalahan yang dihadapi tetapi tidak segera ditanggapi oleh brand. Jadi, mereka harus mengajukan komplain berulang kali. Padahal, pelanggan berharap bahwa kendala yang dihadapi bisa diselesaikan dengan cepat. Pelanggan bahkan bisa lebih marah dan kecewa ketika pengajuan komplain mereka tidak segera ditindaklanjuti. Hal seperti ini tidak hanya mengurangi tingkat kepuasan pelanggan, akan tetapi juga bisa menurunkan kepercayaan dan membuat citra brand negatif. 5. Sulit Menghubungi Toko Salah satu contoh komplain pelanggan yang juga bisa mengurangi tingkat kepuasan, yakni ketika mereka kesulitan menghubungi call center saat mengalami kendala. Ketika pelanggan menemukan kesulitan selama proses belanja, entah itu masalah pada produk, pembayaran, pengiriman, dan lainnya, pasti mereka akan menghubungi pihak toko. Namun, tidak semua toko cepat tanggap dalam menghadapi komplain pelanggan. Misalnya ketika nomor telepon yang pelanggan hubungi dialihkan atau email yang dikirimkan tak kunjung dibalas. Kekecewaan pelanggan pasti akan semakin meningkat ketika hal ini terjadi. Baca Juga Ini 6 Cara Chat dengan Customer, Ada Contoh Kalimatnya! Cara Mengatasi Komplain Pelanggan Foto ilustrasi komplain. Sumber Bayangkan jika toko online yang sudah kamu jaga citranya tiba-tiba hancur akibat salah dalam menanggapi pelanggan, bisa-bisa hal terburuk dalam dunia bisnis terjadi. Dalam menanggapi beberapa contoh komplain pelanggan seperti yang disebutkan di atas, kamu perlu melihat beberapa cara mengatasinya di bawah ini. 1. Tanggap Dan Menunjukkan Rasa Empati Sebagai pelaku usaha yang baik, mendengarkan keluhan pelanggan merupakan kewajiban. Saat keluhan pelanggan datang, segera tanggapi dengan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa kamu profesional dan sigap dalam membantu komplain pelanggan. Kamu bisa menanggapi dengan cepat lewat chat commerce yang memudahkan komunikasi dengan pelanggan. Chat commerce yang merupakan cara belanja baru bisa membantu kamu mengatasi komplain pelanggan. Lakukan kontak dengan menunjukkan rasa empati dan terima kesalahan jika memang benar terjadi. Sampaikan teknik sandwich yang mana kamu menjelaskan permasalahan di tengah poin disamping awalan dan akhir berupa kalimat empati. Jangan pernah menginterupsi atau menghakimi keluhan customer sebelum mereka selesai berbicara. Saat customer sedang menyampaikan keluhan, dengarkan dengan penuh perhatian dan catat berbagai poin penting yang mereka katakan, karena dibalik setiap keluhan ada masukan penting untuk kelangsungan bisnis kamu. Setelah customer selesai menyampaikan keluhan, tanyakan kembali berbagai poin penting yang tadi sudah dicatat, untuk menunjukkan bahwa kamu sangat memperhatikan apa yang mereka katakan. 2. Meminta Maaf Dan Memberikan Solusi Setelah customer selesai menyampaikan keluhannya, hal pertama yang harus kamu katakan dalam mengatasi komplain pelanggan adalah permintaan maaf yang tulus. Hal ini walaupun mungkin keluhan pelanggan agak tidak masuk akal. Tetaplah bersikap professional dan ramah. Tak ada salahnya untuk meminta maaf jika kamu memang salah. Terutama soal kualitas barang atau barang yang terjadi kesalahan pengiriman. Sikap ini menunjukkan bahwa kamu menerima atas kesalahan yang terjadi dan jangan lupa berikan pula solusi yang tepat agar pelanggan tetap terlayani secara maksimal. Sebelum memberikan solusi, bila ada detail keluhan yang kurang jelas, tanyakan kepada customer dengan rasa peduli yang tulus untuk membantu. Semakin banyak informasi yang bisa kamu dapatkan dari customer, kamu jadi akan lebih mengerti sudut pandang mereka dan tahu dengan jelas masalah yang dihadapi. Hindari langsung membuat kesimpulan dan saat solusi yang kamu tawarkan disetujui oleh pelanggan, segera lakukan aksi sampai tuntas. Misalnya saat barang yang diterima konsumen salah ukuran, segera lakukan pengiriman barang yang sesuai dengan pesanan pelanggan. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab kamu terhadap komplain pelanggan. 3. Tanggapi Dalam Waktu Cepat Cara mengatasi komplain pelanggan berikutnya adalah jangan buat mereka semakin frustasi dengan menyuruhnya menunggu lama atau mengalihkan telepon ke orang lain. Kalau kamu memerlukan waktu lebih untuk memberikan solusi, sampaikan deadline pada konsumen disertai dengan alasannya. Misalnya, “Baik, kami akan memberikan Anda solusi dalam waktu paling lambat 1 jam, karena ada detail yang harus di cek dengan pihak terkait terlebih dahulu.” Hal ini penting sekali agar pelanggan tidak merasakan ketidakpastian dan memberikan kamu kesempatan untuk memberikan solusi yang terbaik. Pastikan segera hubungi pelanggan sebelum deadline. Baca Juga 5 Peran Customer Service Representative dan Fungsinya dalam Bisnis 4. Konfirmasi Solusi Foto customer service. Sumber Setelah memberikan solusi sebagai bentuk cara mengatasi komplain pelanggan, konfirmasi ulang apakah pelanggan sudah merasa puas dengan solusi yang diberikan. Bila pelanggan sudah merasa puas, lanjutkan dengan memberikan sedikit edukasi mengenai produk atau jasa yang dikeluhkan agar tidak terjadi masalah yang sama di masa depan. Beri tahu juga kepada pelanggan bahwa kamu akan terus memperbaiki kualitas produk dan layanan. 5. Kontrol Situasi Dalam setiap tahapan mengatasi komplain pelanggan, kamu harus bisa mengontrol situasi dengan menggunakan pilihan kata dan bahasa yang menunjukkan bahwa kamu siap untuk menangani masalah yang dihadapi customer. Pastikan customer tahu bahwa kamu mengerti kekhawatiran mereka dan tidak akan mengabaikannya. Selanjutnya, alihkan fokus emosi pelanggan pada solusi yang akan kamu berikan dan pastikan pelanggan merasa puas dengan hasilnya. 6. Ucapkan Terima Kasih Pada Pelanggan Atas Komplainnya Saat mendapatkan komplain, ada hal positif yang perlu kamu pahami. Ya, kamu jadi mengetahui standar produk yang kamu jual. Jadi, jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada pelanggan karena ulasan yang jujur terhadap produk terkait. Ulasan jujur ini justru bisa menjadi hal baik bagi pengembangan bisnis. Atas kejujuran tersebut, kamu bisa memberikan hadiah atau barang pengganti bagi pelanggan. Hal ini bisa menumbuhkan kepercayaan dari pelanggan terhadap kamu. Mereka akan menganggap bahwa kesalahan ini memang sebuah kecelakaan dan kamu pun sebagai pelaku usaha mencoba memperbaikinya. Baca Juga 5 Cara Pelayanan Prima yang Memuaskan Pelanggan! 7. Jadikan Komplain Sebagai Bahan Evaluasi Foto karyawan customer service. Sumber Komplain yang masuk dari para pelanggan bisa menjadi hal positif jika ditanggapi dengan tenang. Rekap semua yang didapatkan dari pelanggan. Lalu, buat menjadi evaluasi demi kualitas produk dan layanan yang baik. Evaluasi ini bisa menjadi momen yang tepat bagi kamu untuk membuat atau mengembangkan produk lama menjadi produk yang lebih baik. Pembaharuan ini harus didasarkan pada kepuasan pelanggan sehingga saat membuatnya pun kamu bisa melihat hal apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar kepuasan mereka terjaga. Keluhan pelanggan bukan suatu hal yang harus ditanggapi dengan panik, apalagi dihindari. Pelanggan yang tadinya merasa sangat kecewa bisa jadi merekomendasikan toko online kamu kalau keluhannya ditanggapi dengan benar. Nah, itu dia beberapa contoh komplain pelanggan dan cara mengatasinya bisa kamu lakukan. Kuncinya, kamu harus menjadi pendengar yang baik dan sabar dalam menghadapi pelanggan. Ingat ya, komplain tak selalu hal yang buruk. Justru hal ini bisa membantu kamu dalam memperbaiki kualitas produk dan pelayanan untuk pelanggan. Komplain pelanggan merupakan salah satu hal yang paling dihindari oleh pemilik bisnis. Terutama jika ada pelanggan yang memberi komplain di media sosial mereka. Sebab, ada banyak orang yang dapat melihat feedback negatif tersebut, termasuk prospek Anda. Ini juga bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap brand image Anda. Tetapi, Anda tidak perlu berkecil hati, karena ada cara pintar untuk memperbaikinya. Komplain atau review buruk dari pelanggan bisa muncul kapan pun. Ini bukan berarti Anda gagal dalam menjalankan bisnis Anda. Namun, Anda tetap harus waspada dan fokus untuk meningkatkan produktivitas penjualan Anda. Sekarang, Anda dapat memantau produktivitas penjualan Anda dengan Sales Software berbasis web terlengkap. Apapun itu penyebabnya, Anda harus bisa menghadapinya dengan baik agar komplain pelanggan tidak mempengaruhi penjualan Anda. Cari tahu cara menanggapinya di bawah ini. Daftar Isi 1. Tetaplah Tenang dan Tidak Menghapusnya 2. Tanggapi Komplain Secepatnya Secara Publik 3. Cari Tahu Alasan Komplain Pelanggan 4. Kontak Langsung Via Telepon atau Email 5. Tingkatkan Feedback Positif Kesimpulan 1. Tetaplah Tenang dan Tidak Menghapusnya Review negatif tentunya membuat Anda kesal, terlebih jika komentar tersebut diberikan oleh akun palsu yang mengaku sebagai pelanggan Anda. Banyak penjual yang berpikir dengan menghapus komplain di media sosial mereka, maka semuanya akan baik-baik saja. Akan tetapi, cara tersebut malah akan semakin memperburuk image Anda sebagai penjual. Bisnis Anda mungkin memang bukan untuk semua orang, sehingga wajar bila ada satu atau beberapa pelanggan yang merasa kurang puas terhadap produk atau layanan Anda. Bukan cuma Anda, setiap penjual biasanya mendapatkan setidaknya satu komplain di media sosial, Google, atau website mereka. Komentar buruk justru menunjukkan keaslian Anda sebagai penjual dan bahwa Anda memiliki berbagai jenis pelanggan. Feedback yang 100% positif malah terkesan tidak realistis. Jadi, komplain dari pelanggan bukanlah sesuatu yang harus Anda hilangkan, tetapi ditanggapi dengan baik. Baca juga Tingkatkan Kepuasan Pelanggan dengan Software Barcode Terbaik 2022! 2. Tanggapi Komplain Secepatnya Secara Publik Anda mungkin tidak menghapus komplain pelanggan Anda di Facebook dan Instagram. Akan tetapi, semuanya akan percuma bila Anda mendiamkan mendiamkannya. Langkah yang paling tepat adalah merespons setiap feedback negatif dengan cepat, sama halnya ketika Anda menjawab komentar-komentar positif yang Anda dapatkan. Sangat disarankan untuk membalas komplain pelanggan Anda secara publik, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Anda meresponsnya Jangan bereaksi defensif atau menuduh bahwa pelanggan memberikan komentar palsu Berikan permintaan maaf sekalipun Anda belum/tidak menemukan kesalahan pada produk atau layanan Anda Tanyakan tentang permasalahan yang mereka hadapi Jelaskan bahwa Anda akan memberikan solusi terbaik untuk mereka Tawarkan pelanggan untuk berbicara langsung kepada Anda melalui telepon atau email Berikut ini adalah contoh tanggapan yang baik terhadap komplain pelanggan 3. Cari Tahu Alasan Komplain Pelanggan Merespons komplain pelanggan saja tidaklah cukup. Anda perlu mencari tahu masalah atau pengalaman buruk pernah mereka alami. Evaluasi kualitas produk, proses pengiriman, layanan pelanggan, dan lain-lain untuk mencari tahu letak kesalahan yang mungkin Anda miliki. Dengan melakukan investigasi dan evaluasi, Anda tidak hanya bisa memperbaiki hubungan Anda dengan pelanggan, tetapi juga menghindari munculnya feedback negatif di masa mendatang. 4. Kontak Langsung Via Telepon atau Email Usahakan untuk mendapatkan data pelanggan yang memberikan komplain di media sosial Anda. Hubungi mereka secara langsung melalui telepon atau email untuk membicarakan lebih lanjut mengenai penyelesaian masalah antara Anda dan pelanggan. Anda bisa menjadwalkan email Anda dan membuat reminder melalui Sistem Marketing Automation sehingga Anda tidak akan lupa mengirimnya. Dengan menghubungi pelanggan secara langsung, Anda akan lebih mudah mengetahui akar permasalahan dan menemukan solusinya. Pelanggan Anda pun akan merasa dihargai. Selain memberikan pernyataan maaf, Anda juga bisa memberikan voucher atau penawaran spesial untuk mereka sebagai upaya Anda untuk mempertahankan mereka. 5. Tingkatkan Feedback Positif Daripada berpikir untuk menghilangkan komplain pelanggan Anda di media sosial, sebaiknya Anda lebih fokus memperbanyak review positif. Komentar buruk yang Anda dapatkan akan tenggelam dengan sendirinya bila Anda mendapatkan lebih banyak komentar positif. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan feedback positif. Salah satunya adalah dengan memperbaiki kualitas produk dan layanan pelanggan Anda. Anda bisa menggunakan Sistem ERP untuk mengelola dan mengoptimalkan bisnis Anda. Dengan begitu, kualitas produk dan layanan pelanggan Anda pun akan meningkat. Baca juga Aplikasi Helpdesk adalah Pengertian, Cara Memilih, dan Rekomendasi Aplikasi Terbaik Kesimpulan Terlepas dari apapun kegiatan bisnis yang Anda jalani, pasti akan mendapatkan feedback dari pelanggan, baik negatif maupun positif. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika harus menghadapi komplain atau feedback negatif dari pelanggan. Anda bisa menerapkan cara-cara di atas dan fokus untuk meningkatkan kualitas produk. Kualitas produk yang baik akan mendatangkan lebih banyak pelanggan. Begitu pun layanan pelanggan yang baik. Ciptakan customer service yang baik dengan memberikan pelanggan Anda kemudahan untuk memberikan pertanyaan dan menyampaikan komplain mereka. Menggunakan Software Help Desk otomatis akan sangat membantu Anda dalam hal ini. Sistem ini memungkinkan Anda untuk merespons pelanggan dengan lebih fleksibel melalui live chat, telepon, messenger, dan juga email. Ini artinya, pelanggan dapat memilih opsi yang paling pas untuk mereka. Layanan pelanggan yang baik akan membantu Anda meningkatkan penilaian pelanggan dan mengurangi kemungkinan datangnya komplain di kemudian hari. Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Jonathan Kurniawan penulis konten yang memiliki passion yang dalam dalam menulis dan teknologi. Berkomitmen untuk menulis konten yang informatif, menarik, dan bermakna bagi pembaca, Jonathan terus menciptakan konten yang membuat pembaca merasa terhubung dan terinspirasi. Sebagai pemilik bisnis, kamu juga akan menemukan beragam review dari pelanggan. Ada kalanya, review yang muncul bisa sangat buruk hingga mempertaruhkan nama baik dari bisnis yang kamu jalani. Jangan langsung panik karena ada berbagai cara untuk merespons review negatif tersebut. Review negatif yang kamu terima bisa hadir di banyak platform. Media sosial merupakan salah satu tempat banyak orang menumpahkan segalanya. Selain itu, para pembeli biasanya juga langsung memberikan review mereka di marketplace atau toko online tempat kamu memasarkan produk. Tentunya kamu tidak bisa membiarkan review negatif tanpa respons yang baik. Pasalnya, 84 persen masyarakat memercayai review yang tertulis di toko online atau marketplace. Yuk, cari tahu cara merespons review negatif tersebut. Cara Menanggapi Review Negatif di Toko Online Kamu Menanggapi review negatif dari pembeli menandakan kamu sangat peduli dengan mereka. Berikut langkah yang tepat dalam menanggapi review negatif di marketplace! 1. Berikan tanggapan Memberikan tanggapan atau balasan kepada pelanggan yang melakukan review perlu dilakukan. Jika review yang muncul negatif, kamu malah wajib membalasnya secepat mungkin. Membalas cepat juga akan menandakan bahwa kamu sangat memerhatikan kepuasan pelanggan. Balasan yang kamu berikan juga harus tetap menjaga kesopanan. Hindari membalas ulasan negatif dengan penuh rasa kesal. Kamu harus memulainya dengan mengucapkan terima kasih atas waktu yang mereka berikan untuk berbelanja dan mengulas produk yang sudah dibeli. Selanjutnya, tawarkan untuk berbicara secara personal. Dengan begitu, kamu bisa mendengarkan curahan hati pelanggan dengan lebih baik. 2. Mencari tahu masalahnya Dengan mendengarkan keluhan dari pelanggan, kamu bisa mengetahui dengan pasti kekurangan yang ada pada bisnismu. Kekurangan ini tentu bisa terjadi akibat kecerobohan yang memang kamu buat atau kesalahan teknis di luar kemampuan kamu. Dalam kasus jual-beli online, penyebab yang muncul juga bisa datang dari pelanggan itu sendiri. Bukan tidak mungkin mereka salah memilih varian produk atau pengantaran yang digunakan. Biarpun begitu, kamu tetap harus menghargai pelanggan tersebut. Baca juga Tips Supaya Pembeli Mau Kasih Review Bagus di Toko Onlinemu 3. Meminta maaf Langkah selanjutnya adalah meminta maaf. Ini tidak bisa ditawar biarpun sebenarnya kesalahan datang dari pelanggan itu sendiri. Kamu pun harus memberikan maaf dengan tulus. Permintaan maaf ini bisa diberikan dengan membalas review yang ditulis di marketplace. Kamu pun bisa mengirimkan pesan singkat, email, atau telepon kepada pelanggan tersebut. Jangan lupa untuk mengatakan bahwa kepuasan pelanggan tetap menjadi nomor satu dalam bisnis yang kamu jalani. 4. Memberikan penjelasan Selain ingin didengar, para pelanggan juga ingin mendapatkan penjelasan. Informasi ini bertujuan supaya semua pihak mengetahui kesalahan yang terjadi. Namun, tetap ada yang harus diperhatikan saat menjelaskan masalah ke pelanggan. Hal pertama dan yang paling penting adalah tidak menyalahkan orang lain. Karena pelanggan membeli dari toko kamu, di mana pun letak kesalahan yang terjadi pasti ada di usaha kamu. Bertanggung jawab penuh terhadap kesalahan ini adalah cara terbaik dalam menjelaskan masalahnya. Kamu pun tetap perlu meminta maaf biarpun kesalahan itu datang dari pihak lain. Lalu, berjanjilah bahwa kamu akan melakukan sesuatu setelah kejadian ini. Jika kesalahan dari kamu, tentunya kamu perlu memperbaikinya. Di sisi lain, kamu pun harus membuat transaksi menjadi lebih mudah guna meminimalkan kesalahan dari pihak pembeli. Baca juga Cara Sigap Kirim Barang Sesuai dengan Orderan 5. Memberikan kompensasi Tidak ada yang lebih baik ketimbang memberikan kompensasi kepada pelanggan tersebut. Pasalnya, pelanggan tentu akan merasa dirugikan dalam banyak hal, baik uang maupun waktu. Selain itu, mereka pun menjadi memiliki pengalaman buruk saat berbelanja di marketplace tempat toko kamu berada. Kamu bisa tentukan kompensasi yang akan diberikan. Misalnya memberikan pergantian barang tanpa dikenakan biaya apa pun. Jika ingin menjaga hubungan baik, kamu juga bisa memberikan diskon sekitar 20—40 persen untuk pembelian berikutnya. Cara ini akan membuat pelanggan tersebut tertarik untuk kembali bertransaksi. Hitung-hitung biaya yang dikeluarkan untuk menjaga pelanggan agar tetap setia pada tokomu. 6. Mengajak berdiskusi Cara ini yang masih jarang dilakukan oleh para pelaku bisnis. Sisi baiknya, mengajak diskusi pelanggan akan memberikan kamu banyak masukan berarti untuk kelangsungan bisnis. Kamu malah bisa sekaligus menjaga hubungan baik dengan pelanggan tersebut setelah pengalaman tidak menyenangkan. Kamu bisa mengajak diskusi secara online dengan memberikan alamat email yang kamu pakai. Jika memang berkenan, kamu pun bisa memberikan nomor kontak pribadi untuk membuat percakapan lebih personal. 7. Tidak menghapus komen negatif Kesalahan terbesar yang sering sekali dilakukan oleh pebisnis online adalah menghapus review negatif. Langkah ini malah memberikan kesan bahwa kamu tidak profesional dalam penanganan keluhan konsumen. Image toko online kamu bisa bertambah buruk jika tidak menyelesaikan masalah yang muncul. Biarkanlah komentar negatif itu tetap ada. Toh, kamu sudah membalasnya sekaligus menyelesaikan masalah yang muncul. Penyelesaian masalah ini yang dilihat oleh pelanggan lain juga bisa menjadi nilai plus. Banyak orang yang nantinya akan lebih tenang saat bertransaksi di toko online kamu. Cara terbaik untuk menutup komen dan review negatif ini adalah memperbanyak komentar positif. Berikanlah produk, pengemasan, serta pelayanan terbaik kepada pelanggan. Saat pelanggan puas setelah berbelanja di toko kamu, mereka pun dengan senang hati memberikan review positif. Itulah beberapa cara terbaik untuk menanggapi review negatif yang diterima toko online kamu. Kuncinya, menyelesaikannya dengan baik akan mengubah dan memperbanyak respons positif di kolom komentar. Nah, semoga ulasan di atas bisa membantu kamu dalam menanggapi review negatif di marketplace, ya. Mau tahu informasi seputar tips berjualan online di Bukalapak up to date setiap harinya? Jangan lewatkan informasinya dengan follow Instagram Pelapak_bukalapak aja! Klik di bawah ini ya! Follow Instagram Pelapak_bukalapak

bagaimana kamu menanggapi pelanggan tersebut